Posts

MASNAVI : RIVER OF SPIRIT AND LOVE

Mevlana Jelalledin Rumi, the sufi saint of old Persian that wrote famous religious of Persian literature, Masnavi. The Masnavi was written in Persian, is one of the best known and most influential as sufism Persian literature. Masnavi contents of more than 50,000 lines and 424 stories that illustrate one's predicament in his search for God. Mevlana Rumi himself referred to the Masnavi as "the roots of the roots of the roots of (Islam)religion. The first complet translation of the Masnavi into English was publish by Reynold A Nicholson ( 1925 and 1940). Herewith , the cites below : Seek A Friend of God (part three) Mathnawi II: 56-80 56 The spirit1 is a companion with (spiritual) knowledge and the discerning intellect. The spirit has no occupation with (languages such as) Arabic and Turkish. Both the asserter of (Your Transcendent) unity2 and the asserter of (Your Immanent) similarity (to created qualities)3 are amazed by You-- O (You4 who are) devoid of image5 and (yet mani...

TEORI PERTUMBUHAN, KESEJAHTERAAN YANG SEMU

Trickle - down effect, begitu saktikah? Sejak awal negara-negara dunia ketiga lahir ( merdeka dari penjajahan politis dan kolonis), dihadapkan kepada ketidak berdayaan. Dunia ketiga termasuk Indonesia harus bangkit melalui pembangunan yang terencana. Pembangunan yang dilaksanakan diharapkan dapat menumbuhkan kesejahteraan perekonomian. Pembangunan diidentikkan dengan pertumbuhan ekonomi dalam arti pembentukan modal, serta menginvestasikan kembali secara seimbang dan menyebar atau secara terarah sehingga menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya pertumbuhan ekonomi, dapat dirasakan oleh semua sektor ekonomi melalui proses menetes ke bawah ( trickle –down effect). Mulailah apa yang dikenal dengan istilah modal dasar pembangunan. Selain modal-modal yang lain sumberdaya alam menjadi panglima dalam pembangunan. Eksploitasi Sumberdaya Alam sangat intensif, mulai bahan tambang dan hutan hingga hasil laut dikerahkan untuk membiayai pembangunan. Filsafat Pertumbuhan ini menjadi...

Ksatria Jawa itu Telah Pergi

Image
Minggu (27/1/08) sore sekira pukul 15 WITA inbox di e-mailku menerima News Alert dari The Newyork Times. Isinya sungguh membuat terperanjat, untuk ukuran orang indonesia, kalimat dalam News Alert itu terasa menampar muka. " Suharto of Indonesia, dictatorist of 32 years ................. brutal and corrupt..." entah apalagi, tidak menyenangkan kedengarnnya maka segeralah kuhapus e-mail itu. Entah tengah larut mendengar lagu gugur bunga di televisi pada saat itu, atau memang bahasa yang vulgar, yang membuat rasa kemausiaan agak terusik. Pak Harto, tokoh yang memulai naik ke tampuk kekuasaan dengan cara yang kontroversial, yang kita kenal sebagai sosok manusia jawa yang tenang murah senyum dan penuh wibawa. Carut marut Demokrasi yang berembel-embel Demokrasi Pancasila memakan begitu banyak korban sejak Kudeta Gagal PKI Tahun 1965, Peristiwa Demontrasi Berdarah Lima Belas Januari 1974 ( Malari), pendudukan Timor Timur sampai Tragedy Semanggi yang mengantarkan Pak Harto ke akhir k...

Hilangnya Kepercayaan

Image
Masa kanak-kanak dulu, kita tentu pernah bersepeda, apalagi yang mengabiskan masa kecil di kampung barangkali terbiasa ke sekolah menggunakan kereta angin ini. Pernahkah anda bayangkan ketika ban sepeda kita tiba tiba kempis atau meletus, serta merta tangan kita memencet ban ? Padahal kita tahu pasti ban itu telah tak berangin. Kita seperti tak percaya pada keadaan. Frustasi, ingin marah bercampur aduk. Inilah saat paling mudah mengenali kondisi pada saat kita kehilangan kepercayaan. Saat ini kita dihadapkan pada kenyataan; pertumbuhan ekonomi yang tak membaik, angka pengangguran di atas 10 persen, korupsi sulit diberantas dan kemiskinan yang tak dapat disembuhkan. Kita sepertinya sulit bangkit dari keterpurukan sejak krisis 1997. Sementara negara lain yang terlanda krisis serupa telah pulih bahkan jauh meninggalkan kita. Bukan tanpa usaha, komponen bangsa ini pun telah berupaya melepaskan diri dari keterpurukan. Pemerintah maupun non pemerintah telah berusaha untuk itu. namun belum ki...

Korupsi

Ketika Belanda memanage Negeri Jajahannya yang bernama Hindia Belanda, konon mereka mendapat kesulitan yang amat berat. Kenyataan bahwa di Negeri para Boemi Poetra ini begitu banyak kekuasan-kekuasan kecil yang berserak. Raja-raja kecil yang saling curiga satu sama lain, ringkih tapi haus kekuasaan. Hanya satu hal yang masing-masing dimiliki oleh kekuasaan-kekuasaan lokal itu, silau memandang penampilan orang asing. Salah satu strategi yang diterapkan adalah mendekati kaum elite disekitar para penguasa. Mereka dibina untuk menjadi major opinion yang sangat didengar oleh penguasa. Merekalah orang orang yang bermuka dua, mendapat materi yang berlimpah dgan akses kepada kekuasaan yang amat lancar. Para elit ini berkembang menjadi kekuatan yang menggurita. Mengambil keuntungan dari pihak-pihak yang perlu dibantu untuk mendekati kekuasaan lokal. Mendapat pula insentif dari meneer Belanda. Ini yang konon sebut-sebut pangkal pembelajaran korupsi di Inonesia. Maka tak heran bila kemudian sete...

Obat Mujarab untuk Krisis Industri Kayu dan Global Warming, adakah?

Pemanasan Global menjadi Agenda pokok Negara Industri dan Negara terkebelakang untuk saling membantu mencari pemecahan. Tidak apat disangkal bahwa Negara-negara Industri menjadi produsen utama carbon dioksida , sedangkan Negara berkembang dituding sebagai penyebab utama lenyapnya hutan yang menjadi paru-paru dunia. Negara berkembang selalu di pihak yang kalah bahkan hanya sekedar untuk menyambung hidup dan membayar utang kepada Negara Maju. Ironis memang. Di Negeri kita, Indonesia, krisis berkepanjangan sejak 1997 telah menghempaskan bangsa ini hingga ke titik nadir. Hampir seluruh sendi kehidupan tidak dapat berkelit dari badai ini tak terkecuali Kehutanan. Sektor yang penah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional dan andalan ekspor non migas selama hampir tiga puluh tahun, semakin merosot kontribusinya. Keinginan mengembalikan posisi penting itu yang mendasari upaya Departemen Kehutanan mengambil langkah Restrukturisasi atau Revitalisasi Kehutanan. Sebelumnya SB...