Posts

BUDIDAYA TANAMAN KEHUTANAN JENIS KUKU (Pericopsis mooniana Thwaites)

oleh : Munandar Pendahuluan Salah satu flora pohon penting yang ada di hutan tropika Indonesia khususnya bagian lowland adalah jenis kayu kuku ( Pericopsis mooniana Thwaites). Tinggi pohon mencapai 30-40 meter, dengan bebas cabang mencapai hampir ¾ bagian dari total pohon. Berat kering kayu ini rata-rata 770 kg/m 3 . Kayu gubal berwarna lebih cerah dari kayu terasnya yang berwarna coklat kemerahan. Permukaan kayunya licin dan mengkilap dengan gambar berupa garis-garis dekoratif sehingga di pasaran dunia kayu ini harganya cukup tinggi. Di Indonesia kayu kuku digolongkan sebagai kayu mewah. Laporan Rain Forest Action tahun 2004 kayu kuku digolongkan sebagai tanaman hutan yang terancam kepunahannya (vulnerable tree species). Pemungutan kayu kuku sejak masa kolonial, longgarnya pengawasan di pintu keluar ekspor barang dan jasa terutama kayu diperkirakan ikut mempercepat kelangkaannya. Sistim silvikultur jenis Pericopsis mooniana yang umumnya memerlukan persyaratan tertentu dikhawatirkan...

KELANGKAAN AIR BERSIH, SEHARUSNYA TIDAK TERJADI DI KALSEL

Oleh : MUNANDAR Banjarmasin berjuluk kota Seribu Sungai. Agak membingungkan, ketika penghujung tahun 2009 lalu, Tv One dan beberapa koran lokal mengabarkan perihal kelangkaan air bersih di Banjarmasin dan sekitarnya. Warga  desa Bakambat, Tanipah dan Sungai Musang Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar harus merogoh kocek Rp.25.000,- untuk mendapatkan satu drum air sungai. Kemana perginya „ sumber kehidupan “ itu?. Ketiga daerah tersebut terletak di pesisir pantai selatan Kalsel,  sekitar muara Sungai Barito. Puncak musim kemarau Agustu- Oktober adalah musim paling kering di wilayah ini. Sungai Barito yang biasa menjadi pemasok air satu-satunya bagi  warga di daerah tersebut telah berubah asin.Tak seorang pun dapat menjamin bahwa warga pesisir itu dapat mengkonsumsi air bersih dari Sungai Barito pada selain musim kering. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) konon tak mampu melebarkan sayap hingga ke wilayah itu, sementara bersama aliran Sungai Barito terlarut pula zat-zat ...

TAMAN WISATA ALAM PULAU BAKUT KALIMANTAN SELATAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

Oleh : MUNANDAR dan ANNOOR ROSYDHIYAH    Taman Wisata Alam   Pulau Bakut pernah digadang-gadang sebagai obyek wisata penarik devisa sekaligus tindakan konservasi flora dan fauna di Kalimantan Selatan. Sungguh suatu beban berat yang harus dipikul oleh Pulau Bakut, sebuah delta kecil di sungai Barito ini.   Pulau di tengah aliran sungai Barito itu, kini   kondisinya menjadi dilematis. Di Pulau tersebut menancap tiang Jembatan Barito yang menghubungkan Kalimantan Selatan dengan kalimantan Tengah melalui darat.Terletak di tengah padatnya lalulintas pelayaran barang dan jasa, dilintasi hiruk pikuk kendaraan di atas jembatan 1,2 Km (terpanjang ke 2 di Asia Tenggara), namun diharapkan mampu   berperan sebagai   salah satu penjaga keragaman kekayaan hayati yang masih tersisa.   Di dalam kawasan    seluas kurang lebih 18,70 hektar itu hidup bekantan ( Nasalis larvatus)   primata endemik Kalimantan yakni jenis kera berbulu kemerahan berhidu...

KONSERVASI LAHAN RAWA GALAM DI KALIMANTAN SELATAN, SANGAT MENDESAK (Sebuah Tinjauan Ekologis)

Image
KONSERVASI LAHAN RAWA GALAM DI KALIMANTAN SELATAN, SANGAT MENDESAK (Sebuah Tinjauan Ekologis) Oleh :   MUNANDAR dan RINI HARTATI Rawa gambut berkurang, Kota Banjarmasin dan sekitarnya terancam Kalimantan Selatan perlu segera mengatur  dengan  jelas segala sesuatu yang berkaitan dengan makin terbatasnya lahan rawa akibat  desakan pesatnya pengembangan infrastruktur pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan. Lahan rawa gambut di Kalimantan Selatan  dijumpai di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru. Vegetasi kawasan ini banyak didominasi oleh jenis kayu galam  ( Melaleuca cajuputi ) yang  tumbuh secara alami. Jenis flora pohon ini  membentuk adaptasi terhadap lingkungan rawa, air tawar yang pada umumnya memiliki pH rendah (3–5) dan kurang subur membentuk sosok hutan rawa galam. Sekilas hutan rawa galam dikawasan ini seperti lahan terlantar yang tidak berharga. Lahan ini mempunya...

RESSAK (Vatica sp) The important species in lowland Tropical Rainforest

Image
Background The high of biodiversity of both plants and trees is the special charateristic of  tropical forest ecosystems. The high intensity of rainfall and humidity as well as seasonal differences that  caused many species can grow well in tropical forests. One of many important trees in the tropical rainforest of Indonesia is a sub family of Dipterocarpaceae. The  Dipterocarpaceae. divided into 13 genera, 470 species. Among the 13 generas 9 of them are in Indonesia, namely Shorea, Dipterocarpus, Dryoblanops, Hopea, Vatica, Cotylelobium melanoxylon, Parashorea, Anisoptera and Upuna. Since the 1970s, the era of exploitation of timber harvesting in forests outside Java were  very intensively done by the concession holders, the most sold out of this plant as a commercial commodity in wood market all over the world can be said it was out of control. Almost all types of Dipterocarpaceae is the most hunted wood to meet the demand for wood is caused it became scarcity O...

REVITALISASI SETENGAH HATI?

Image
Salah satu program prioritas Departemen Kehutanan adalah Revitalisasi Sektor Kehutanan. Ini berkaitan dengan penyehata kembali peran sub sektor kehutanan dalam perekonomian nasional. Revitalisasi sektor kehutanan lebih difokuskan pada industri kehutanan. Jelasanya , menempatkan kembali industri kehutanan pada kondisi terbaik yang semestinya.Namun sampai kabinet Indonesia Bersatu telah menjadi berjilid dua tidak tampak berlangsung seperti yang diharapkan. Mengapa Revitalisasi ? Setelah sub sektor kehutanan selama tiga dasawarsa orde baru menjadi penopang utama perekenomian nasional, keadaannya kini tak lagi bak gadis cantik yang dilirik semua orang. Ia seperti orang jompo yang tak seorangpun ingin memerliharanya. Berat diongkos, hanya karena malu sama tetangga atu takut disebut durhakan saja barang kali orang masih memeliharanya. Tahun enampuluhan ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi hebat, pemerintah masa itu mengambil kebijakan memanfaatkan hutan untuk modal pembangunan. Undang...

QUO VADIS INDUSTRI KAYU LAPIS

Image
Saat ini dunia tengah berusaha berkelit dari krisis ekonomi global. Krisis yang bermula dari sektor property di Amerika Serikat sejak kuartal keempat tahun 2008 telah mempengaruhi perekonomian diseluruh Eropa, dan negara -negara maju di Asia seperti Jepang dan Korea. Akibatnya, beberapa sector ekonomi berbasis ekspor di negara berkembang telah mulai merasakan dampaknya. Sektor Industri di negara dunia ketiga yang memproduksi barang ekspor untuk memasok permintaan pasar Eropa dan Amerika Serikat mulai menghadapi kelesuan dan penurunan permintaan. Lesunya perekonomian akibat krisis ini juga menyebabkan peningkatan pemutusan hubungan kerja, peningkatan jumlah pengangguran dan tertundanya jadwal pelaksanaan proyek-proyek pembangunan. Tertundanya pelaksanaan proyek pembangunan khususnya industri property dan perumahan berakibat langsung pada menurunnya permintaan barang- barang produk kayu dari negara -negara penghasil kayu khususnya Asia dan Afrika. Tidak terkecuali Indonesia. D...