Posts

Image
DILEMA ROTAN INDONESIA Ketika blusukan mengumpulkan informasi tentang budidaya rotan di Kalimantan Selatan penulis menemukan fenomena yang menarik. Mana uang dan mana dluwang ? (bahasa Jawa kertas). Pilihan sederhana untuk memperoleh keuntungan. Beberapa narasumber menyebutkan saat  ini produksi rotan di daerahnya sangat rendah. Konon, selama harga karet alam masih cukup stabil petani  memilih membiarkan rotan berjuntaian liar di kebun dan hutan. Harga jual rotan asalan memang sedang murah kala itu, yakni sekitar  Rp. 2000 per kilo. Petani lebih suka memanen karet alam yang harga per kilonya  Rp. 9000. Lumayan. Pilihan utama selalu uang, jadi buat apa nyungsep-nyungsep memanen rotan jika uangnya tidak memadai?. Begitu kira-kira pertimbangan sederhananya. Menurunnya pasokan rotan dari tingkat petani tidak terlepas dari lesunya industri rotan yang telah terjadi beberapa tahun belakangan ini. Pengumpul di daerah penghasil seperti Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai ...

Wiley::Land Degradation and Development

Wiley::Land Degradation and Development

KONSERVASI TANAH, MEMANG TIDAK MURAH

Image
Oleh : MUNANDAR   Peran Pemerintah masih dominan Daerah beriklim tropis sangat rentan oleh bahaya longsor dan erosi. Di daerah beriklim basah seperti Indonesia,  peristiwa erosi sebagian besar disebabkan oleh air (Arsyad, 1989). Secara teori erosi adalah berpindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dampak yang terjadi akibat erosi  oleh air dapat meliputi dua area; area sumber kejadian erosi (hulu) dan area dibawahnya (hilir). Dampak bisa berupa; kemunduran produktivitas tanah, berkurangnya aliran air sungai, kotornya sumber air untuk minum dan keperluan rumah tangga, meningkatnya bahaya banjir baik frekuensi maupun volumenya, pendangkalan pada waduk. Dapat dipahami bahwa pengendalian erosi menjadi  aspek penting dalam usaha konservasi tanah dan air. Praktek konservasi tanah dan air di Indonesia sejatinya telah dimulai pada tahun 1966 sebagai respon terhadap terjadinya banjir Sungai Bengawan Solo (Priyono et Sav...

Kelapa Sawit baik untuk Konservasi Tanah dan Air, benarkah?

Image
Oleh : Munandar Benarkah lahan yang ditanami kelapa sawit lebih baik pengaruhnya bagi konservasi tanah dan air ketimbang tanah yang  digunakan untuk budidaya tanaman kehutanan/kebun campuran?. Kelapa sawit ( Alaeis guineensis ) dikilang untuk memproduksi Crude Palm Oil (CPO). CPO inilah primadona ekspor Malaysia dan Indonesia. Indonesia meraup devisa dari ekspor CPO hingga US$ 11 milyar pada tahun 2009.Total luas perkebunan sawit di Indonesia sampai dengan tahun 2009 menurut Lembaga Penelitian SMERU mencapai 7,1 juta Ha.Wayan R. Susila (2005) menyebutkan laju pertumbuhan luas areal sawit mencapai 11 % pertahun. Kelapa sawit benar-benar menjadi panglima devisa. Pendek kata sawit begitu menjanjikan. Semua perhatian dikerahkan untuk menarik investasi dan ekspansi luas penanaman. Ujungnya tentu tidak kemana selain merubah kawasan hutan menjadi lahan perkebunan. Di lain pihak para ekologis mengkhawatirkan ekspansi kebun sawit tidak hanya mengancam hutan tropik tetapi juga merusak sis...

SUMUR RESAPAN UNTUK PENGENDALIAN ALIRAN PERMUKAAN

Image
Oleh Munandar A. Latar Belakang Rencana pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Kalsel ke Banjarbaru dipastikan diikuti semakin pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman. Disebutkan data yang diperoleh dari instansi terkait, pengembang perumahan yang beroperasi di Banjarbaru hampir mencapai 50 pengembang (Radar Banjarmasin, 15/10/2010). Kebutuhan lahan aktivitas manusia memberi konsekuensi terhadap perubahan lingkungan. Daya dukung lahan dan elemen siklus hidrologi dipandang sebagai unsur paling dominant pada kelayakan lingkungan tempat hidup manusia. Daratan Kalimantan mengalami lonjakan curah hujan yang ekstrim saat ini. Curah hujan selama Oktober mencapai 721 milimeter, padahal kondisi normalnya hanya 250 milimeter per bulan ( Banjarmasin Post 3/11/2010). Penggunaan  lahan yang intensif  menjadi salah satu penyebab banjir dan menurunnya permukaan air tanah di kawasan perumahan, Pembangunan dan pertambahan penduduk, aktivitas perekonomian mengalami kemajuan pesat. Tidak dapat ...

BUDIDAYA TANAMAN KEHUTANAN JENIS KUKU (Pericopsis mooniana Thwaites)

oleh : Munandar Pendahuluan Salah satu flora pohon penting yang ada di hutan tropika Indonesia khususnya bagian lowland adalah jenis kayu kuku ( Pericopsis mooniana Thwaites). Tinggi pohon mencapai 30-40 meter, dengan bebas cabang mencapai hampir ¾ bagian dari total pohon. Berat kering kayu ini rata-rata 770 kg/m 3 . Kayu gubal berwarna lebih cerah dari kayu terasnya yang berwarna coklat kemerahan. Permukaan kayunya licin dan mengkilap dengan gambar berupa garis-garis dekoratif sehingga di pasaran dunia kayu ini harganya cukup tinggi. Di Indonesia kayu kuku digolongkan sebagai kayu mewah. Laporan Rain Forest Action tahun 2004 kayu kuku digolongkan sebagai tanaman hutan yang terancam kepunahannya (vulnerable tree species). Pemungutan kayu kuku sejak masa kolonial, longgarnya pengawasan di pintu keluar ekspor barang dan jasa terutama kayu diperkirakan ikut mempercepat kelangkaannya. Sistim silvikultur jenis Pericopsis mooniana yang umumnya memerlukan persyaratan tertentu dikhawatirkan...

KELANGKAAN AIR BERSIH, SEHARUSNYA TIDAK TERJADI DI KALSEL

Oleh : MUNANDAR Banjarmasin berjuluk kota Seribu Sungai. Agak membingungkan, ketika penghujung tahun 2009 lalu, Tv One dan beberapa koran lokal mengabarkan perihal kelangkaan air bersih di Banjarmasin dan sekitarnya. Warga  desa Bakambat, Tanipah dan Sungai Musang Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar harus merogoh kocek Rp.25.000,- untuk mendapatkan satu drum air sungai. Kemana perginya „ sumber kehidupan “ itu?. Ketiga daerah tersebut terletak di pesisir pantai selatan Kalsel,  sekitar muara Sungai Barito. Puncak musim kemarau Agustu- Oktober adalah musim paling kering di wilayah ini. Sungai Barito yang biasa menjadi pemasok air satu-satunya bagi  warga di daerah tersebut telah berubah asin.Tak seorang pun dapat menjamin bahwa warga pesisir itu dapat mengkonsumsi air bersih dari Sungai Barito pada selain musim kering. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) konon tak mampu melebarkan sayap hingga ke wilayah itu, sementara bersama aliran Sungai Barito terlarut pula zat-zat ...